cara menanam bibit jagung

 Menanam jagung sebenarnya cukup mudah jika mengikuti langkah-langkah yang tepat. Berikut panduan dasar cara menanam jagung:


1. Persiapan Lahan


Pilih lahan yang terkena sinar matahari penuh (minimal 6–8 jam sehari).


Cangkul atau bajak tanah sedalam ±20–30 cm agar gembur.


Bersihkan gulma dan batu.


Beri pupuk dasar (misalnya pupuk kandang yang sudah matang, atau pupuk NPK secukupnya).



2. Pemilihan Benih


Gunakan benih jagung unggul (hibrida) agar hasilnya lebih bagus.


Pilih benih yang sehat, tidak berjamur, dan berisi penuh.



3. Penanaman


Buat lubang tanam sedalam ±3–5 cm.


Jarak tanam ideal:


70 x 20 cm (1 tanaman per lubang), atau


75 x 25 cm (2 tanaman per lubang).



Masukkan 1–2 butir benih per lubang lalu tutup dengan tanah.



4. Pemeliharaan


Penyulaman: Jika ada benih yang tidak tumbuh, sulam 5–7 hari setelah tanam.


Penyiangan: Bersihkan gulma secara rutin agar tidak berebut nutrisi.


Pemupukan susulan:


Umur 7–10 hari: berikan pupuk urea/NPK.


Umur 30 hari: pemupukan kedua, tambahkan pupuk kandang atau urea.



Pengairan: Jagung butuh cukup air terutama saat berbunga dan berbuah. Jangan sampai kekeringan.



5. Pengendalian Hama & Penyakit


Hama yang sering menyerang: ulat grayak, penggerek batang, dan belalang.


Gunakan pestisida nabati (daun mimba, bawang putih, atau cabai) atau kimia bila serangan parah.



6. Panen


Jagung manis dipanen umur 65–75 hari (jika ingin dimakan segar).


Jagung pipilan kering dipanen umur 95–110 hari, saat daun dan rambut jagung sudah kering.



🌽 Tips tambahan: Menanam jagung sebaiknya dilakukan di awal musim hujan agar kebutuhan air tercukupi tanpa harus sering menyiram.


Mau saya bikinka

n jadwal mingguan pemeliharaan jagung biar lebih gampang diikuti?


Komentar

Postingan Populer